Screenshot_40
PENYAKIT asma serta penyakit paru obstruktif kritis (PPOK) adalah dua penyakit pernafasan yang banyak menelan korban jiwa.

Berdasarkan data dari World Life Expectancy pada 2012, Indonesia ada di posisi ke-5 untuk kematian karna asma serta posisi ke-13 di semua dunia. Juga dengan asma, PPOK juga jadi penyebabnya kematian ke-6 di Indonesia. Ini data yang di keluarkan Survey Kesehatan Tempat tinggal Tangga pada 1992.
Umpamanya yaitu mempunyai hewan peliharaan dirumah yg tidak dijaga kebersihannya. Pada hewan yang kotor, umumnya dihinggapi kutu hewan yang lalu jadi penyebabnya timbulnya alergi serta menyebabkan pada naiknya resiko asma pada manusia.

Terkecuali karna kutu hewan, Profesor Spesialis Penyakit Paru RS Persahabatan Prof. Faisal Yunus, MD, Ph. D, menerangkan mie instan dapat juga jadi penyebab problem ini. Namun, yang butuh digarisbawahi yaitu resiko kambuhnya asma karna konsumsi mi instan berlangsung pada pasien asma, bukanlah orang yg tidak mempunyai aspek resiko asma.

“Mi instan itu satu diantara penyebabnya asma seorang dapat kambuh, terkecuali dari alergi kutu hewan atau udara yg tidak bersih, ” tuturnya pada Okezone waktu diwawancarai di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Selasa 26 September 2017.

Selanjutnya, Prof. Faisal menerangkan, mi instan beresiko untuk pasien asma karna kandungan bahan pengawet dan pewarna makanan. Dua unsur beresiko itu adalah penyebab kambuhnya asma.

Sambung Prof. Faisal, siapa yang tidak paham bila mi instan memiliki kandungan pengawet makanan yang tinggi. Penyedap rasa-rasanya yang terlalu berlebih juga beresiko untuk kesehatan badan manusia.

Tetapi Prof. Faisal sebenarnya tidak melarang pasien asma untuk konsumsi mi instan. Bila Anda menginginkan sekali, satu diantara langkah yang dapat dikerjakan yaitu tidak memakai bumbu mi instannya sekalipun. Lalu, membersihkan kembali mi yang siap disantap.

“Jadi, agar tetaplah ada rasa, bumbu makanannya di buat sendiri. Dapat dari parutan bawang merah, sedikit garam, serta bumbu masak yang lain sesuai sama selera Anda. Namun ingat! Janganlah sekali-kali memakai bumbunya, kelak asmanya kambuh, ” tegasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *