Rusa dikatakan kuda

chineese wisdom

Rusa dikatakan kuda – Memutarbalikkan kebenaran.-

Pada waktu raja kedua dari Dinasti Qin berkuasa, perdana menterinya yang bernama Zhao Gao berambisi merebut dan me-nguasai takhta kerajaan. Hambatan yang paling besar adalah ia tidak mengetahui secara jelas pejabat tinggi atau jenderal mana yang mendukungnya dan mana yang tidak. Untuk menanyai me-reka satu per satu adalah hal yang mustahil karena selain tidak tentu mendapat jawaban yang jujur, rencananya pun bisa ter-bongkar. Setelah memutar otak cukup lama, akhirnya ia mene-mukan solusinya. Suatu hari, saat pertemuan para pejabat tinggi dengan raja, Zhao Gao menghadiahkan seekor rusa kepada raja dan berkata, “Yang Mulia, saya hadiahkan seekor kuda. Ini adalah kuda pilihan.” Raja tersenyum dan berkata, “Tampaknya Anda sudah linglung. Ini rusa, kenapa Anda bilang kuda?” Kemudian Zhao Gao menunjuk ke arah rusa dan menatap para pejabat tinggi sambil bertanya, “Coba kalian jawab! Ini rusa atau kuda?” Pertanyaan itu seperti buah simalakama bagi pejabat tinggi yang hadir. Jika mereka mengatakan kuda, berarti membohongi raja. Sebaliknya, jika mereka mengatakan rusa, berarti bertentangan dengan ucapan perdana menteri. Dalam kondisi yang dilematik ini tidak seorang pun berani mengeluarkan suara. Lalu Zhao Gao bertanya lagi dengan suara yang lebih keras, “Ayo, katakan! Ini kuda atau rusa?” Karena didesak terus dan ditanya satu per satu, mereka terpaksa menjawab. Ada yang menjawab seekor kuda, ada pula yang menjawab seekor rusa. Keesokan harinya, semua pejabat tinggi yang mengata-kan ‘seekor rusa’ dibunuh oleh perdana menteri karena dianggap tidak mendukungnya.

Terlepas dari tindakannya yang melanggar hukum, cara Zhao Gao untuk mengetahui loyalitas dan dukungan bawahannya cukup cerdik dan efektif: Memang, untuk mendapatkan jawaban terbaik dan jujur kita harus memaksa seseorang untuk memilih satu dari dua atau lebih pilihan yang paling sulit dan kadang kontradiktif. Saya pernah ditanya klien saya mengenai cara menguji kejujuran dan loyalitas kepala bagian pembeliannya. Secara ringkas saya katakan padanya untuk mencari seseorang yang dikenalnya dengan baik. Melalui orang tersebut ditawarkan barang yang dibutuhkan perusahaan kepada kepala bagian pembelian. Barang-barang yang ditawarkan harus mempunyai kegunaan, bentuk fisik, dan harga yang sama, namun berbeda kualitasnya. Untuk pembelian barang dengan kualitas terbaik, kepala bagian pembelian tidak akan mendapat komisi sama sekali. Untuk pembelian barang dengan kualitas kedua, ia akan mendapat komisi 20%, dan untuk pembelian barang dengan kualitas ketiga ia akan menerima komisi 40%. Kondisi ini akan memaksa kepala bagian pembelian untuk memilih antara kepentingan perusahaan atau kepentingan pribadi. SB1M

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *