screenshot_36

Jakarta, Mendekati saat tidur malam, rasa haus kerap mendadak nampak serta mendatangkan dilema. Bila dituruti jadi ada peluang beser, sedang bila tak minum jadi tidur jadi gelisah tak pulas.

Rasa haus mendekati tidur tidak selamanya nampak setelah melakukan aktivitas fisik, atau waktu cuaca panas hingga banyak berkeringat. Kehadirannya yang serta-merta berikut sebagai misteri sampai kini, kenapa rasa haus dapat nampak tanpa ada sebab yang pasti?

Prof Charles Bourque, pakar saraf dari McGill University di Kanada mengaitkannya dengan pelepasan senyawa kimia di otak. Pelepasan itu berlangsung dengan cara berkala ikuti jam biologis yang berlaku serta selalu berulang selama seharian.

Senyawa yang disebut Prof Bourque dalam penelitiannya di jurnal Nature itu yaitu vasopresin. Senyawa penyebab rasa haus itu dilepaskan oleh suprachiasmatic nucleus (SCN), ruang kecil di hipotalamus otak yang mengatur ritme sirkadian.

Waktu mencermati otak tikus, Prof Bourque temukan kalau meningkatnya pelepasan vasopresin berlangsung saat hari mulai gelap. Ini menerangkan kalau rasa haus saat malam hari tidak selamanya terkait dengan status hidrasi, umpamanya waktu kekurangan cairan.

Dampak siklus sirkadian pada pelepasan vasopresin memanglah bukan hal yang baru. Beberapa riset sudah mengaitkannya dengan regulasi cairan badan, supaya tak kehausan selama tidur malam yang berjalan sepanjang berjam-jam.

” Kami sudah mengetahui lama kalau ada kandungan hormon vasopresin yang tinggi waktu tengah tidur, namun tidak ada yang tahu bagaimana hal semacam itu dapat berlangsung, ” tutur Christopher Colwell, pakar saraf dari University of California, Los Angeles, diambil dari ScientificAmerican.

 

Reaksi Kimia Otak di Balik Rasa Haus Menjelang Tidur

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *