Screenshot_9KELAINAN bawaan atau kongenital adalah satu diantara penyebabnya paling utama kematian bayi serta balita di Indonesia. Tetapi, beberapa besar orang-orang sedikit yang tahu apa penyebabnya dari bayi lahir dengan kelainan bawaan. Berdasar pada Riskesdas 2007, kelainan bawaan ikut berperan sebesar 5, 7 % untuk kematian bayi serta 4, 9 % untuk kematian balita. Diluar itu, kelainan bawaan berperan sebesar 1, 4 % pada kematian bayi 0-6 hari serta 18, 1 % bayi 7-28 hari. Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, dr. Eni Gustina, MPH, sekira 50 % kelainan bawaan tak di ketahui pemicunya. Tetapi, ada beberapa penyebabnya serta aspek resiko yang di ketahui. ” Aspek sosial-ekonomi, genetik, infeksi, status gizi ibu, serta aspek lingkungan, seperti ibu hamil terkena pestisida serta zat kimia spesifik, ” katanya di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 20 Maret 2017. ” Serta pada beberapa daerah spesifik, tampak kalau efek lingkungan serta nutrisi itu begitu besar pada kelainan bawaan, ” imbuhnya. Selanjutnya, dr Eni menerangkan, berdasar pada riset Litbangkes, berlangsung penambahan kelainan bawaan di banyak daerah di Indonesia. Umpamanya di Brebes serta Bondowoso nyatanya ada penambahan kematian lantaran kelainan bawaan. Bahkan juga, pada th. 2013 itu, di Bondowoso serta Brebes hingga 12 % kematian bayi lantaran kelainan bawaan. Hingga, ditetapkan mesti ada riset spesial berkaitan hal itu. ” Satu diantaranya yang disangka jadi penyebabnya dari kelainan bawaan itu yaitu peluang pestisida. Lantaran kita ketahui, pestisida normal itu 18 mikrogram/100 liter hawa, sedang di Brebes itu meraih 38 mikrogram/100 liter hawa, hasil temuan Litbangkes. Hingga, di banyak daerah, baik itu di Brebes ataupun di Bondowoso, itu tanahnya mesti diistirahatkan sepanjang 5 th., lantaran telah tercemar sedemikian tinggi dengan pestisida, ” tuturnya. Disamping itu, Kasubdit Inventarisasi Pemakaian B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Ria Rasmayani Damopoli menerangkan kalau pestisida termasuk juga dalam Bahan Beresiko Beracun atau B3. Dia menyampaikan, mungkin saja saja apa yang kita mengkonsumsi keseharian, termasuk juga ibu hamil telah tercemar oleh pestisida. ” Di ikan atau sayuran. terakumulasi, yang telah kita makan memiliki kandungan pestisida. Bila dia aman dari pestisida atau logam berat pasti tidak jadi masalah, demikian halnya tanaman. Namun, demikian memiliki kandungan bahan B3, jadi bakal beresiko pada kesehatan kita serta bayi, ” katanya.