Screenshot_24

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Satu diantara sebagai pekerjaan tempat tinggal Kementrian Pariwisata di th. ini yaitu pembangunan homestay desa wisata. Bahkan juga tim 10 Destinasi Prioritas nyaris sehari-hari melaporkan progres pengembangan homestay itu, karna mesti bekerjasama dengan adanya banyak kementerian serta instansi.

Sesudah disupport Kementerian BUMN, saat ini giliran Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PU PR) lewat Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan yang ikut-ikutan action.

Langkah konkritnya, mengerjakan Program Pertolongan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah tempat tinggal tak layak huni di sekitaran tempat wisata Danau Toba, Tanjung Lesung serta Bromo-Semeru-Tengger. Di setiap semasing tempat wisata itu bakal ada 100 tempat tinggal yang memperoleh BSPS dengan nilai Rp 15 juta per tempat tinggal.

“Tahun 2017 ini kita bakal start. Kami bakal konsentrasi mengerjakan homestay di sekitaran tempat wisata Danau Toba, Tanjung Lesung serta Bromo-Semeru-Tengger, ” kata Direktur Rencana Penyediaan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Hardi Simamora.

Kucuran dana juga siap digelontorkan Kemen PUPR. Masing masing tempatntersebut nanti bakal diberikan stimulan dalam program BSPS sekitarn100 tempat tinggal dengan pertolongan sekitaran Rp 15 juta per tempat tinggal. Yang dibidik, terlebih bila bukanlah penambahan kwalitas tempat tinggal penerima pertolongan di lokasi destinasi wisata. Levelnya bakal didorong naik kelas. Dari yang terlebih dulu tak layak huni jadi layak huni.

“Dana optimal per tempat tinggal meraih Rp 15 juta dengan persyaratan tempat tinggal rusak berat. Output aktivitas kami, tempat tinggal tesebut jadi layak huni serta outcome-nya tempat tinggal itu dapat terhuni, ” tuturnya.

Kementerian PUPR juga selalu berusaha supaya aktivitas berkaitan program infrastruktur serta perumahan dapat disinkronkan dan mensupport aktivitas di Kementerian lain seperti di Kementerian Pariwisata. Dengan adanya
bedah tempat tinggal itu diinginkan bisa menolong orang-orang untuk tingkatkan kwalitas rumahnya hingga bisa menolong menarik wisatawan untuk bertandang sekalian mensupport Program Satu Juta Tempat tinggal.

“Salah satu prasyarat dari kami agar bisa memperolehbbantuan stimulan yaitu tempat tinggal serta tanah itu punya sendiri. Ini untuk menolong Orang-orang Berpendapatan Rendah (MBR) dengan pendapatan optimal Rp 2, 3 juta, ” katanya.

Wisatawan jalan diatas pasir putih waktu berkunjung ke Pulau Bokori di Kecamatan Toronipa, Konawe, Sulawesi Tenggara. (Pada/Jojon)

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono juga turut mengamini. Selesai lakukan penandatanganan hubungan kerja pada Kementerian PUPR serta Bank BTN, dia mengemukakan kalau pertolongan stimulan atau bedah tempat tinggal dikerjakan untuk tingkatkan kwalitas beberapa tempat tinggal warga di sekitaran tempat destinasi wisata di Indonesia.

“Jika tempat tinggal orang-orang keadaannya baik serta sanitasinya juga baik pasti dapat jadi homestay-homastay baru yang bisa menarik semakin banyak wisatawan untuk bertandang, ” tuturnya.

Direktur Paling utama BTN, Maryono menyampaikan, BTN akan membiayai beberapa tempat tinggal masyarakat yang bisa jadikan sentra usaha kepariwisataan di setiap destinasi. Menurut dia, aktivitas bedah tempat tinggal adalah satu diantara sisi dari Program Satu Juta Tempat tinggal serta untuk melakukan program itu BTN berikanlah sarana bangun tempat tinggal di 10 destinasi wisata. Umpamanya, ia meneruskan, di 10 destinasi itu di sekitarnya ada beberapa tempat tinggal serta toko yang dapat jual souvenir, restoran, serta lain sebagainya, itu yang dibiayai lewat KPR (credit pemilikan tempat tinggal).

Menpar Arief Yahya turut happy lihat kekompakan Kemen PU PR serta BTN dalam mensupport program prioritas Kemenpar 2017. Tempat tinggal layak huni tadi, menurut Menpar, dapat digunakan sebagai penggerak ekonomi warga sekitaran destinasi dengan disewakan pada beberapa wisatawan atau jadikan tempat berjualan.

“Jika tempat tinggal layak huni yang bakal di bangun oleh BTN serta Kementerian PUPR itu disewakan dengan harga Rp200 ribu semalam, jadi yang memiliki tempat tinggal memperoleh keuntungan Rp800 ribu bila dua malam disewa pada setiap akhir minggu, ” ucap Arief Yahya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *