Screenshot_17

BERJALAN atau jogging tiga kali dalam satu minggu sepanjang 50 menit atau lima kali satu minggu sepanjang 30 menit bisa menolong pasien kanker gastrointenstinal kelanjutan untuk menangani resikonya kemoterapi. Resikonya dari kemoterapi menyebabkan sensasi, lemah, kelelahan, infeksi, atau diare berat. Keluhan yang muncul mengakibatkan pasien malas meneruskan program pengobatannya. Temuan tunjukkan, berolahraga bisa tingkatkan massa otot, dan melatih keseimbangan, kecepatan jalan, serta memperkuat otot kaki. Berolahraga juga menolong kurangi toksisitas akibat yang dibuat kemoterapi. ” Hal semacam ini utama lantaran dampak toksik kemoterapi kerapkali bikin pasien hentikan kemoterapi serta dokter mesti kurangi dosis kemo, ” ungkap Katrin Stucher, mahasiswa doktoral di Kampus Goethe Frankfurt di Jerman. Pasien yang coba diri untuk olahraga sepanjang penyembuhan kanker berlangung, dapat mentolerir kemoterapi tambah baik. Berolahraga, jadi alternatif yang baik untuk mentolerir keluhan akibat kemoterapi. ” Kami yakin kalau langkah tersebut bisa tawarkan pasien kurangi ‘kesengsaraan’ saat melakukan kemoterapi, ” tukas Stucher. Sekian ditulis dari laman Thehealthsite, Rabu (15/3/2017).