Screenshot_19

Anda tentu pernah, atau bahkan juga kerap lakukan hal yang satu ini. Ya, isi tangki bahan bakar dengan type bensin yang tidak sama. Tak tahu itu RON 88, 92, atau 95.

Pasti terdapat beberapa argumen kenapa Anda meniti jalan ini. Ada yang berasumsi mencampurkan RON 88 dengan type bensin yang lebih tinggi bisa tingkatkan kwalitas bahan bakar, sampai tidak luput kantung yang jadi aspek terpenting, terlebih saat harga bensin RON 92 tengah tinggi. Atau malah saat bensin itu lain tidak tebal dengan Premium.

Mengutip info dari AstraWorld, ada yang butuh di perhatikan sebelumnya bergonta-ganti bahan bakar. Tentunya, manfaatkanlah type bahan bakar yang sesuai sama spesifikasi mesin. Untuk tahu hal semacam ini, buku manual dapat jadi rujukan untuk memastikan apakah memakai bensin RON 88, RON 92, atau RON 95.

Ketiga type bahan bakar itu pasti miliki harga yang tidak sama. Namun yang lebih utama RON 92 atau 95 pasti miliki kwalitas yang tambah baik dibanding RON 88.

Pasalnya, kandungan oktan tinggi pada bahan bakar sesuai sama rasio kompresi mesin yang saat ini telah makin tinggi. Dengan hal tersebut performa mesin lebih responsif lantaran pembakaran prima, serta emisi jadi lebih rendah. Terkecuali oktan, kandungan aditif pada semasing type juga memastikan mutunya.

Diterangkan, bensin RON 92 atau 95 memiliki aditif yang berperan sebagai pembersih kerak di ruangan bakar, sedang bensin RON 88 masihlah mempunyai kekurangan yang dapat tersisa kerak di ruangan bakar.

Bensin campur

Lalu, apakah bisa mencampurkan ketiga type bensin itu? Disebutkan, mencampurkan bensin RON 88 dengan RON 92 atau 95 menyebabkan aditif tak berperan dengan cara optimal. Ketidaksamaan oktan serta zat aditif pada setiap type bahan bakar bisa turunkan kwalitas bahan bakar bila bercampur di tanki bahan bakar kendaraan.

Biasanya, memakai bahan bakar kombinasi pada RON 88 dengan RON 92 atau 95 bakal membuahkan kwalitas bahan bakar tambah baik dibanding memakai bensin RON 88 saja. Cuma pada penyesuaian nilai oktan. Namun dari aditif yang ada di bensin RON 92 atau 95 jadi tak berperan dengan cara aktif lagi.

Bisa diambil kesimpulan kalau tambah baik bila memakai bensin yang nilai oktannya direferensikan oleh pabrik mobil itu.

 

Sumber: http://otomotif.liputan6.com