Screenshot_22

GRONINGEN — Riset yang dikerjakan tim dari Kampus Medical Center, Groningen, Belanda, mengatakan ada korelasi pada kelompok darah dengan potensi peluang alami penyakit jantung. Orang dengan kelompok darah non O (A, B, AB) dimaksud mempunyai resiko lebih tinggi terserang serangan jantung serta stroke di banding orang dengan kelompok darah O.

Rangkuman itu didapat berdasar pada hasil analisa dari pada kian lebih 1, 3 juta orang. Berdasar pada hasil analisis itu, orang dengan kelompok darah terkecuali 0 mempunyai peluang masalah kardiovaskular, seperti serangan jantung serta stroke, meraih kian lebih sembilan %. Meski demikian, rangkuman ini belum final. Pasalnya. tim peneliti belum dapat meyakinkan, apakah dua variabel itu mempunyai korelasi sebab-akibat dengan cara segera atau ada dampak yang lain.

Karenanya, dibutuhkan riset selanjutnya tentang korelasi itu. ”Disebutkan, orang dengan kelompok darah non-O mempunyai kemungkinan lebih tinggi terserang serangan jantung serta angkat kematian karna kardiovaskular keseluruhannya. Tetapi, sara ini datang dari studi masalah dengan kontrol yang mempunyai tingkat bukti cukup rendah. Bila hal semacam ini dapat di konfirmasi selanjutnya, jadi bisa memberi efek pada type penyembuhan yang didapatkan pada seorang, ” kata ketua tim peneliti, Tessa Kole, seperti diambil dari Science Alert, Rabu (3/5).

Meski demikian, dari riset itu sekurang-kurangnya bisa diambil kesimpulan ada peluang korelasi pada kelompok darah seorang serta tingkat resiko terserang masalah kardiovaskular. Kelompok darah memanglah ditetapkan sebelumnya orang lahir serta dibuat berdasar pada kombinasi khusus antibodi serta antigen yang ada di sel darah.

Kole mengatakan, dalam riset paling baru mereka, 1, 3 juta individu diperoleh dari peneltian yang tidak sama dalam periode waktu spesifik. Di satu periode waktu, peneliti mengambil sampel sejumlah 771. 113 orang yang mempunyai kelompok darah non-O, serta 519. 743 mempunyai kelompok darah O.

Lalu, nyatanya mereka temukan, sekitaran 14 dari 1. 000 individu grup darah O selalu alami masalah kardiovaskular, dari mulai serangan jantung serta stroke, sampai penyakit arteri koroner serta tidak berhasil jantung. Sedang untuk orang dengan grup darah non-O presentase itu meraih 15 dari 1. 000 orang. ”Kami memberikan, grup darah non-O mempunyai kemungkinan peristiwa kardivaskulaer sebesar 9 %. Angka itu mungkin saja cukup kecil dari pojok pandang individu, tetapi bila diliat dari semua populasi, hal semacam itu bisa bikin ketidaksamaan, ” kata Kole.

Pada riset terlebih dulu, tepatnya di satu studi pada 2015, mengatakan, orang dengan kelompok darah spesifik mempunyai tingkat cholesterol lebih tinggi di banding dengan kelompok darah yang lain. Tetapi, penyebabnya biologis dari hal semacam ini masih tetap belum bisa di pastikan.

Satu diantara keterangan yang dapat di tawarkan, tutur Kole, yaitu orang dengan kelompok darah O mempunyai tingkat konsentrasi protein yang tinggi dalam soal pembekuan darah. Keadaan ini dimaksud aspek Von Willebrand. Tetapi, itu masih tetap jadi hipotesis awal. Tim peneliti masih tetap mesti lakukan penelitian kelanjutan untuk mengkonfirmasi hal itu. Termasuk juga karenanya ada variabel-variabel lain.

”Namun, untuk masa yang akan datang, kelompok darah juga diinginkan bisa jadi pertimbangan serta penilaian kemungkinan untuk perlakuan masalah kardiovaskular, berbarengan dengan tingkat cholesterol, umur, type kelamin, serta keadaan desakan darah, ” papar Kole.

sumber : REPUBLIKA. CO. ID,