screenshot_19

Jakarta – Pelumas kendaraan bermotor roda dua serta roda empat memanglah dibedakan. Namun, apakah dapat gunakan oli mobil untuk motor?

Head of Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, Eko Setyobudi menerangkan, pada intinya pelumas memanglah di buat dengan dua kelompok besar bahan yakni base oil serta bahan aditif. Tetapi, tingkat kelicinan pelumas untuk motor serta mobil tidak sama lantaran motor memakai kopling basah yang perlu pelumas yang tidak sangat licin.

” Motor serta mobil pada umumnya bedanya di kopling. Bila bicara mobil, kan kopling kering. Jadi koplingnya tak di rendam didalam oli. Namun bila motor, koplingnya terendam di oli. Bila untuk motor, tingkat kelicinan dari oli jadi satu aspek penentu, ” kata Eko pada detikOto.

Bila memakai oli mobil untuk motor, resikonya yaitu berlangsung slip kopling. Walhasil, performa motor bakal terganggu.

” Bila digunakan untuk kecepatan tinggi, beban berat, tanjakan, mungkin saja dengan entakan gas itu terlambat dia, lantaran ada slip di kopling. Jadi gas telah tinggi, namun rodanya belum dapat ngejar, mesin putarannya cepat namun slip di kopling. Terlebih bila keadaan beban berat, tanjakan, keadaan slipnya semakin besar. Oleh karenanya, diperlukan oli spesial untuk motor. Bila kita condong bergerak cepat diperlukan oli spesial motor agar ikatannya lebih kuat, ” tutur Eko.

Technical Specialist Gear, Hydraulic & Grease PT Pertamina Lubricants, Fadilwan memberikan, memanglah sepeda motor sekarang ini di tawarkan dengan transmisi manual serta automatis dengan kopling basah serta kering. Cuma, tingkat oil stress pelumas lebih tinggi di pelumas sepeda motor, maka dari itu diperlukan pelumas spesial.

” Bila motor ada dua (transmisi) manual serta matic. Bila di manual (kopling basah) kan koplingnya terendam. Yang terendam ini, friksinya itu mesti termonitor. Bila kita memakai pelumas mobil yang low fricition, peluang bakal slip koplingnya. Lantaran di pelumas-pelumas terbaru umumnya dia low friction, kelak bakal muncul slip di kopling basah. Namun di motor-motor matik, koplingnya kan kering, tak ada permasalahan. Cuma saja masalahnya tak dapat kita memakai pelumas mobil serta motor dengan saat yang sama, lantaran kan stress oli motor lebih tinggi hingga saat gunakan pelumas motor lebih singkat di banding mobil. Prinsipnya sih sama juga, ” terang Fadilwan.

Menurut Fadilwan, mesin mobil serta motor tidak sama di kemampuannya. Putaran mesin semakin besar di mesin motor lantaran kemampuannya kecil.

” Mesin mobil kan besar, mesin motor kan kecil. Ketidaksamaannya cuma di RPM. Bila di mobil, RPM-nya tidaklah terlalu tinggi. Di motor kan mungkin saja dapat 5. 000-7. 000 rpm. Jadi putaran motor lebih tingi, Lantaran dia kecil, speednya dinaikkan, ” terang Fadilwan.

Dilanjutkan Fadilwan, tingkat oil stress satu pelumas semakin besar di motor lantaran putaran yang lebih tinggi tadi. Terlebih system pendinginan mesin sepeda motor tak seperti mobil.

” Bila mobil pendinginnya radiator. Bila motor ada yang radiator, ada yang angin. Olinya lebih stres di motor lantaran putaran tinggi. Terlebih bila pendinginnya cuma hawa, selalu macet, dari depan bukannya terkena angin dingin jadi terkena asap knalpot yang panas, jadi di motor lebih stress pelumasnya, ” tutur Fadilwan.

 

Bisakah Pakai Oli Mobil untuk Motor?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *