Screenshot_13

REPUBLIKA. CO. ID, SEREMBAN — Pariwisata Aceh tidak ingin ketinggal dari daerah lain. Sepanjang tiga hari 26-28 April, Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Aceh tawarkan paket wisata yang dimaksud Family Friendly lewat sales mission di tiga kota besar Malaysia.

Sales mission itu adalah rangkaian promosi Wonderful Indonesia yang dikerjakan Kementerian Pariwisata di Seremban, Malaka, serta Johor Bahru. Aceh yang turut dan dalam agenda itu segera tawarkan paket Wonderful Ramadhan in Aceh, Discover Aceh, Aceh Adventure, Aceh Underwater, Tsunami Heritage dan Banda Aceh-Sabang. Diluar itu, ada pula Wonderful Idul Adha in Aceh, Muharram in Aceh, Muhibbah Histori serta Budaya di Aceh, serta yang lain.

” Aktivitas ini dapat jadi kiat pemasaran pariwisata di Malaysia. Ada beberapa paket wisata yang di tawarkan dalam aktivitas sales mission itu, terutama paket wisata family friendly yang banyak dipunyai Aceh, ” tutur Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Pahlevi.

Reza mengharapkan, penawaran paket-paket wisata itu, bisa menarik wisatawan Malaysia bertandang ke Aceh. Terlebih trend kunjungan wisatawan Malaysia ke Aceh bertambah tiap-tiap tahunnya. ” Jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh selalu bertambah. Th. 2016 telah meraih 30. 038 orang, naik dari th. 2015 yang cuma 21. 046 orang. Kami mengharapkan th. ini jumlahnya bertambah, ” kata Reza.

Terkecuali tawarkan paket wisata, sales mission di Malaysia juga jadi arena melakukan perbaikan citra Aceh yang sampai kini masih tetap negatif oleh beberapa pelaku industri pariwisata di Malaysia. Intinya berkaitan ketentuan syariat yang dinilai sangat ketat.

” Pencitraan Aceh sampai kini masih tetap negatif diluar negeri. Seperti penggunaan jilbab, permasalahan keamanan, akses, serta yang lain. Walau sebenarnya, asumsi negatif itu bertolak belakang dengan sebenarnya. Aceh begitu aman serta kondusif, ” kata Kepala Bagian Pemasaran Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Aceh, Rahmadani, Senin (1/5).

Pengyunjung memancing waktu matahari tenggelam di lokasi wisata Pelabuhan Samudera, Lampulo, Banda Aceh (Ampelsa/Pada photo)

Terkecuali Aceh, Kemenpar memfasilitasi 15 pelaku usaha bagian pariwisata (travel agent) di Indonesia untuk berjumpa dengan beberapa travel agent diluar negeri lewat sales mission ini. Pembukaan Sales Mission di Malaysia diawali dari Saremban. Sesudah Seremban, Sales Mission dilanjutkan di Malaka serta Johor Bahru.

” Sejumlah 15 travel agent dari Indonesia berjumpa dengan 15 travel agent dari Malaysia. Harapannya, muncul hubungan kerja pada beberapa travel agent dari ke-2 negara. Hingga kita bisa tingkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia, ” tutur Kepala Bagian Misi Penjualan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Pupung Thariq Fadhillah waktu pembukaan Sales Mission di Hotel The Royale Bintang Saremban.

Pupung menerangkan, Malaysia diambil karna adalah pasar mungkin untuk pariwisata Indonesia. Terkecuali dekat dengan cara geografis, Malaysia juga mempunyai kedekatan dengan Indonesia. Hal semacam itu bisa diliat dari perspektif histori serta budaya pada ke-2 negara.

” Latar belakang histori, semuanya berkaitan, banyak leluhur-leluhur datang dari Sumatera Barat datang ke Malaysia. Beberapa cikal akan beberapa orang disini (Malaysia) datang dari Indonesia, ” kata Pupung.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana memberikan, sekarang ini Malaysia masih tetap ada di posisi empat besar penyuplai kunjungan wisman paling banyak ke Indonesia sesudah Cina, Singapura, serta Australia. Ada program Sales Mission ini diinginkan bisa tingkatkan wisatawan asal Malaysia.

I Gde Pitana menerangkan, argumen Kemenpar membidik Seremban, Malaka, serta Johor Bahru pada Sales Mission kesempatan ini, karna ketiga kota itu ada di semenanjung barat Malaysia. Seremban serta Malaka yaitu kota-kota yang dekat dengan Kuala Lumpur.

“Jadi begitu mungkin untuk dikerjakan dengan memakai jalinan Kuala Lumpur, ” kata Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan Pasar Malaysia itu begitu pas berwisata ke Indonesia. Mereka yang telah berusia, pas dengan Bali atau 10 destinasi prioritas. Mereka yang paruh baya dapat bermain golf. Kebetulan telah ada 114 golf course Indonesia yang standard internasional. Sesaat ibu-ibu serta anak-anak mudanya dapat berwisata berbelanja serta kuliner.

“Ada banyak destinasi menarik yang di tawarkan pada pasar Malaysia. Serta janganlah lupa, Indonesia telah disadari sebagai ASEAN favourite destination. Berwisata ke Indonesia akan tidak rugi, ” kata Arief Yahya.